17 Desember, 2012

Mau jalan kaki ke luar rumah atau latihan di dalam rumah?



Physical activity boosts the brain's resistance to Alzheimer's," said lead study author Cyrus Raji, PhD, from the university's department of radiology. "People who walked more had a slower progression of Alzheimer's disease and mild cognitive impairment over five years, and, as a result, they had a better preservation of the hippocampus, the frontal lobes, and the temporal lobes.""

Aktivitas fisik merangsang kekebalan otak terhadap penyakit Alzheimer,                       kata Cyrus Raji, PhD.

Orang yang berjalan kaki lebih banyak menunjukkan perjalanan penyakit Alzheimer lebih lambat daripada yang tidak melakukannya !

Kalau khawatir akan kesimbangan tubuh atau kekuatan,
di rumahpun bisa dilakukan latihan keseimbangan..


video

Sooooo...no excuses!Let's move..move..move !

Gangguan Daya Ingat Jangka Pendek


Main dan Sehat !

Siapa bilang hanya anak-anak yang butuh bermain?
Siapa bilang warga senior hanya boleh melakukan aktivitas yang 'serius' ?

Tentu kita bukan bicara tentang main kelereng di sini,
karena main kelereng membutuhkan fisik yang sangat kuat untuk membungkuk dan berpindah posisi dengan cepat, sendi lutut yang sangat baik untuk jongkok dan berdiri, pandangan yang tajam untuk membidik, dan organ keseimbangan yang bagus untuk mengeksekusi semua gerakan.

Tapi jangan kuatir! 
masih banyaaaaaak banget aktivitas dan permainan lain yang bisa dipilih,
menyenangkan, dan menyehatkan!

Untuk warga senior, 
ada beberapa tips untuk memilih aktivitas, antara lain:
  1. Sesuai dengan kondisi tubuh
  2. Tidak memerlukan alat-alat yang membahayakan
  3. Dapat melatih daya ingat dan kemampuan gerak
  4. Dapat dimainkan bersama-sama
  5. ...dan, yang terpenting : MENYENANGKAN! :)
Coba kulik website di bawah ini,
http://www.elderlyactivities.co.uk/outdoor-games-activities/garden-lawn-darts

ndak usah dicontek mentah-mentah,
silakan dimodifikasi! 

Bahkan membuat yel-yel sajapun sudah menjadi aktivitas yang seru buat Para Eyang!
Mengingat kata-katanya, mengingat gerakannya, dan mensinkronkan dengan teman lain dalam kelompok sudah melatih berbagai kegiatan dalam otak dan fisik!








04 Maret, 2012

Inside My Being : Ketika Demensia Mengubah Orang Tersayang

video

5-8% populasi berusia 65 tahun atau lebih                                                  mengalami Demensia,
dan jumlahnya meningkat menjadi 2x lipat setiap 5 tahun pertambahan umur dari populasi berusia 65 tahun

Apa yang ada di pikiran orang-orang yang mengalami kepikunan/ Demensia,dan perasaan yang muncul di hati pendampingnya kala melihat Demensia mengubah orang-orang tersayangnya,tergambar dengan indah dalam video clip ini.




15 Januari, 2012

Senam yuk, Eyang!



Bagi Para Eyang, senam akan akan membantu tubuh tetap bugar dan segar karena:

  • melatih tulang tetap kuat
  • mendorong jantung bekerja optimal,
  • membantu menghilangkan radikal bebas yang berkeliaran di dalam tubuh
  • meningkatkan imunitas
  • dll..

Keren kaaann...



Monggo Eyang, dipun pirsani video menika..
siapa tau bisa jadi inspirasi ...


http://youtu.be/m7zCDiiTBTk

14 Januari, 2012

Derita berkepanjangan di usia lanjut tentulah bukan hal yang menyenangkan untuk menjalani sisa hidup. Apalahi bila tiada lagi orang terkasih di sekeliling.

Berita yang dilansir VIVAnews di bawah ini:
http://dunia.vivanews.com/news/read/266736-4--dari-5-warga-singapura-coba-bunuh-diri
sungguh mengenaskan..

Semoga kita senantiasa ingat
untuk menyediakan ruang di hati kita
bagi mereka,
karena hanya itu yang mereka butuhkan..

Amien..



Mereka cuma butuh sedikit ruang di hati kita





Derita berkepanjangan di usia lanjut tentulah bukan hal yang menyenangkan untuk menjalani sisa hidup. Apalahi bila tiada lagi orang terkasih di sekeliling.







Sungguh mengenaskan berita yang dilansir VIVAnews di bawah ini:
http://dunia.vivanews.com/news/read/266736-4--dari-5-warga-singapura-coba-bunuh-diri


Semoga kita senantiasa ingat
untuk menyediakan ruang di hati kita
bagi mereka,
karena hanya itu yang mereka butuhkan..

Amien..

Hati Murni Seorang Pejuang Renta


Ode buat Ibu Wita - seorang veteran
yang turut menggemburkan tanah tempat kita tumbuh,
sehingga kita menjadi orang yang bermartabat di negeri ini..


Sepulang siaran minggu lalu, aku mampir ke rumah Ibu Wita. Di dinding ruang tamunya yang sederhana bergantung banyak sekali fotonya di masa muda: seorang wanita cantik berwajah Indo-Belanda, mengenakan pakaian pejuang, menatap tajam ke arah kamera, seolah menegaskan kepada dunia, "Aku cinta negeri ini, dan akan membelanya dengan seluruh nafasku!".
Berbagai kisah tentang kehidupannya di masa lalu sempat kudengar. Ia dan suaminya adalah sepasang pejuang tangguh, yang mendedikasikan seluruh waktu untuk kemerdekaan. Tak jarang jarak Blitar-Malang mereka tempuh dengan berjalan kaki. Dan kediaman mereka adalah rumah hangat yang senantiasa dirindukan oleh para pejuang lain, jujugan untuk berlindung dan melepas penat. Siapapun yang mengenal pasangan ini berpendapat bahwa Tuhan tidak menganugerahkan putra kepada mereka, karena mereka sangat dibutuhkan oleh banyak orang lain.
Di masa tuanya, setelah sang suami berpulang, Ibu Wita aktif di perkumpulan para veteran. Suara emasnya di kala menyanyikan lagu keroncong sangat dikenal oleh teman-temannya. Ia juga sering diundang ke sekolah-sekolah untuk bercerita tentang masa perjuangannya. Dan setelah menghadiri salah satu undangan itu - empat bulan berselang - ia jatuh terduduk. Entah tulang mana yang patah, yang jelas setelah itu kondisinya sangat jauh menurun.
Lalu saat aku masuk kamarnya di pukul 11 siang itu, sosok yang menumbuk pandanganku itu membuat air mataku membanjir seketika. Ia tak berkawan. Di samping tubuh renta yang terbujur di balik selimut itu tergeletak piring kecil berisi makanan dingin sisa pagi yang tersisa setengahnya, dan sebuah gelas plastik bekas air mineral yang sudah kosong.
Aku masih merasakan kilau auranya, aku masih merasakan nyala di matanya. Suara lirih namun penuh semangat itu berulangkali mengatakan "sebentar lagi umurku 88 tahun"... Makin ia berusaha bercerita, makin besar rasanya sumbatan rasa haru di kerongkonganku, membuatku tak tahan berlama-lama di situ.
Mungkin saja, kalau ia tak turut berjuang saat itu,
orang tuaku tetap menjadi 'inlander' yang dihinakan di negeri sendiri,
tak mampu memberiku kesempatan untuk bersekolah,
berkawan dengan begitu banyak orang,
dan mendapatkan pelajaran dari dunia luas yang hanya berbatas kaki langit...
Anak angkatnya mengatakan bahwa sejak jatuh, belum pernah Ibu Wita diperiksakan ke dokter, karena khawatir harus operasi, butuh banyak biaya, dan belum tentu sembuh. Lalu siapa yang akan menjaga beliau di RS kalau harus berlama-lama di sana seperti tetangga sepuh yang juga mengalaminya? Ironisnya, kediaman keluarga ini hanya sekitar 100 meter dari Rumah Sakit Tentara. Jadi kami mencoba diskusikan apa yang bisa dilakukan utk beliau saat ini, walau dengan harapan yang sangat tipis,
I do hope it works,
for the sake of her pure heart..
Amien...

Ingatkah kita akan kerewelan kita di masa kecil?


Kalau sedang kehabisan kesabaran menghadapi para orang tua
yang mulai demensia,

silakan renungi video ini :

"AYAH, ANAK, dan BURUNG GEREJA"

07 Januari, 2012

Tambah Usia = 'Tambah Kaya' !


Jatuh adalah masalah besar pada usia lanjut,
karena banyak sekali akibat berkepanjangan
yang akan merubah hidup mereka,

dan juga pengasuhnya..

Meskipun Anda tidak bisa menghentikan diri dari penuaan, Anda dapat mengambil langkah-langkah untuk melindungi diri dan lingkungan, sehingga dapat meminimalkan risiko jatuh dan membantu untuk menjaga diri sehat dan kuat.

  1. Menjadi aktif secara teratur. Dengan terlibat dalam olahraga ringan yang sesuai untuk usia Anda, Anda dapat membantu meningkatkan kekuatan Anda, menjaga keseimbangan dan membantu diri Anda sendiri tetap lentur.
  2. Bekerja dengan dokter Anda atau apoteker untuk memahami efek dari semua obat resep maupun obat bebas yang Anda konsumsi. Beberapa mungkin mempengaruhi keseimbangan Anda, dapat membuat Anda lebih lelah atau menyebabkan kebingungan. Semua hal ini dapat membuat Anda merasa kurang stabil pada kaki Anda.
  3. Apakah pencahayaan dalam dan luar rumah Anda cukup terang? Jika tidak, memperbaiki masalah ini sekarang sehingga Anda tidak jatuh.
  4. Periksakan mata Anda secara teratur. Jika penglihatan Anda memburuk, buat modifikasi yang diperlukan untuk membantu Anda menemukan hal yang Anda butuhkan dengan mudah di rumah Anda.
  5. Apakah ada benda atau potongan furnitur yang terserak di dalam rumah? Jalur yang sering Anda lalui di rumah harus cukup lapang dan aman. Pindahkan semua kabel listrik keluar dari jalan Anda. Perhatikan pemasangan karpet yang benar, karena karpet yang licin atau ujungnya tergulung sering sekali menyebabkan jatuh.
  6. Pakailah sepatu anti selip dan tidak tinggi yang akan membantu Anda menjadi lebih stabil. Hindari memakai sandal yang terlalu besar dan bisa menyebabkan Anda tergelincir. Juga hindari hanya memakai kaus kaki atau stoking tanpa sepatu, yang juga bisa membuat Anda lebih mungkin untuk tergelincir.
  7. Letakkan lampu terang, telepon dan lampu senter dekat tempat tidur Anda. Juga menjaga lampu malam di dalam kamar mandi Anda setiap saat.
  8. Mengatur lampu di rumah Anda sehingga Anda dapat mengubah mereka segera setelah Anda memasuki sebuah ruangan, daripada harus berjalan dalam kegelapan untuk mengaksesnya.
  9. Pastikan pakaian Anda, makanan, pengobatan dan lainnya. Semua ditempatkan dalam jangkauan sehingga Anda tidak perlu regangan untuk mengambilnya sehingga mengurangi risiko jatuh.

Perhatian:

  • Memahami bahwa kondisi kesehatan tertentu seperti tekanan darah tinggi dan masalah jantung bisa menyebabkan pusing, yang meningkatkan risiko jatuh.
  • Lakukan pemeriksaan rutin dan bicaralah dengan dokter Anda tentang kecemasan Anda.

Tips Cepat:

  • Hindari berjalan di trotoar yang tidak rata dan tetap di dalam ruangan jika mungkin ketika di luar hujan.
  • Jauhi alkohol, karena dapat mempengaruhi keseimbangan dan penilaian Anda dan meningkatkan risiko jatuh.

NUTRISI UNTUK USIA LANJUT


Gizi memegang peranan sangat penting dalam kesehatan usia lanjut. Masalah kekurangan gizi sering dialami oleh usia lanjut. Itu akibat dari menurunnya nafsu makan karena penyakit yang diderita, kesulitan menelan karena berkurangnya air liur, cara makan yang lambat karena penyakit pada gigi, berkurangnya gigi, dan mual karena masalah depresi.
Selain masalah kekurangan gizi, masalah obesitas (kegemukan) juga sering dialami oleh usia lanjut. Itu timbul karena aktivitas pada kelompok ini sudah berkurang, sementara asupan makanan tidak dikurangi atau bahkan berlebihan. Obesitas pada usia lanjut berdampak pada peningkatan risiko penyakit kardiovaskuler jantung-pembuluh darah, kencing manis (diabetes mellitus), darah tinggi (hipertensi), serta penurunan fungsi tubuh.
Asupan gizi yang cukup sangat diperlukan untuk mempertahankan kualitas hidupnya. Untuk yang sakit, asupan gizi diperlukan untuk proses penyembuhan dan mencegah agar tidak terjadi komplikasi dari penyakit yang dideritanya.
Berikut ini adalah beberapa tips perencanaan makanan untuk usia lanjut:
  1. Kebutuhan kalori usia lanjut relatif lebih rendah dibandingkan ketika masih muda karena tingkat aktivitas tubuh yang berkurang. Angka Kecukupan Gizi yang dianjurkan untuk usia lanjut sehat di Indonesia berdasarkan Widya Karya Pangan dan Gizi 2004 adalah: sekitar 1600 kalori untuk perempuan, dan 2050 kalori untuk pria.
  2. Kurangi konsumsi makanan tinggi kalori, untuk menjaga agar berat badan tetap ideal.
  3. Konsumsi karbohidrat sehari sekitar 60% dari total kalori. Makanan sumber karbohidrat adalah nasi, roti, mie, biskuit jagung, tepung terigu, kentang, pasta, ubi, singkong, dll.
  4. Batasi konsumsi karbohidrat sederhana seperti gula pasir, sirup, dll.
  5. Dianjurkan untuk mengonsumsi sumber protein berkualitas baik seperti susu, telur, ikan, ayam tanpa kulit, tempe, dan tahu. Protein yang dikonsumsi sebaiknya berjumlah 15-20% dari total kalori atau sekitar 40-74 gram sehari.
  6. Kebutuhan lemak dalam sehari tidak lebih dari 25% dari total kalori atau sekitar 50 gram sehari. Hindari makanan yang mengandung lemak jenuh dan kolesterol tinggi seperti otak, kuning telur, jerohan, daging berlemak, babi, kambing, daging olah (sosis, corned), susu penuh (full cream), cream, keju, dan mentega.
  7. Dianjurkan untuk lebih banyak mengonsumsi makanan yang mengandung lemak nabati atau lemak tidak jenuh, seperti tempe, tahu, minyak jagung, minyak kacang kedelai, alpukat, dll.
  8. Minum air putih 1500 – 2000 cc (6-8 gelas) sehari.
  9. Kurangi konsumsi garam, vetsin, dan makanan yang menggunakan pengawet.
  10. Tingkatkan konsumsi makanan yang mengandung serat. Kebutuhan serat sehari untuk usia lanjut adalah 25-30 gram. Serat banyak diperoleh dari sayuran dan buah-buahan, serta biji-bijian seperti kacang hijau.
  11. Konsumsi cukup makanan yang mengandung kalsium, seperti susu, tempe, yoghurt, dll. Kalsium penting untuk kesehatan tulang
  12. Usahakan waktu makan teratur. Jadwal makan dapat dibuat lebih sering namun porsi kecil.
  13. Pilihlah makanan yang mudah dikunyah dan mudah dicerna serta hindari makanan yang terlalu gurih dan manis.
  14. Batasi minum kopi atau teh.
  15. Hindari rokok dan alkohol.
DR. Dr. Siti Setiati, SpPD, KGer, MEpid, FKUI Divisi Geriatri, Departemen Ilmu Penyakit Dalam, FKUI / RSCM Jakarta, Ketua Pusat Informasi (PP) Ilmu Penyakit Dalam FKUI,

Sudahkah kita... ?


Para pasien demensia - karena gangguan daya ingat jangka pendek -seringkali memberikan ujian kesabaran buat kita, dengan berulangkali mengajukan pertanyaan yang sama.

Sementara kita selalu dikejar waktu untuk mengerjakan hal-hal yang lain, tentu keharusan memberikan jawaban yang sama berulangkali akan membuat kita jengkel, bahkan marah. Lalu lama-kelamaan kita akan membentak mereka.

Namun pernahkah kita mengingat, bahwa di masa kecil kita dulu kita juga melakukan hal yang sama kepada para orang tua kita? Kita juga menuntut mereka untuk menjawab pertanyaan terus menerus sementara mereka sibuk, dan mereka tidak pernah membentak kita.

Mari luangkan waktu, untuk sejenak merenungkan perilaku kita di masa kecil dahulu, dan perlakuan kita kepada para orangtua di masa kini...




Sudahkah kita :

menggunakan hati - bukan hanya telinga -
untuk mendengarkan kebingungan mereka?

menggunakan hati juga - bukan hanya mulut -
untuk menjawab pertanyaan berulang mereka?

lalu menggunakan hati - bukan hanya mata-
untuk melihat wajah keriput mereka?

dan menggunakan hati - bukan hanya tangan -
untuk menggenggam tangan renta mereka?


Sudahkah ?

SEBENTUK HATI CANTIK YANG TAK PERNAH TERKENA DEMENSIA



Catatan dari Makkah,
3 November 2010


Seminggu sudah berlalu sejak kami di BPHI Makkah menerima seorang jamaah sepuh yang mengalami demensia (pikun) asal Jawa Barat. Beliau terus-menerus menanyakan "Kapan Wukuf?" lalu mandi dan berganti pakaian ihram... Apabila dijawab "Masih lama Nek, sepuluh hari lagi", dia melepas pakaian ihram-nya lalu kembali melipatnya dengan rapi dan memasukkannya ke dalam tas. Ritual ini yang membuatnya kurang tidur dan dirasakan mengganggu oleh teman-temannya di maktab.

Saat ini ia sudah lebih tenang, dan merasa nyaman di ruangan tempat ia dirawat. Sesekali jamaah lain dari kloternya datang menengok dan mengajaknya bercakap-cakap. Ia menyukai saat-saat kunjungan tersebut.

Kemarin aku menyarankan seorang temannya untuk sesekali membawanya mengunjungi Baitullah. Temannya setuju. Namun apa jawabnya ketika kuminta pendapatnya tentang hal ini?

"NENEK SENANG, TAPI JANGAN SAMPAI MEREPOTKAN YA NAK.. " , tetap dengan senyum menghiasi wajahnya.

Subhaanallaah... betapa cantik hatinya!

Bahkan kepikunanpun tak mampu mengaburkan kecantikan tersebut.

Dalam keterbatasannya saat inipun, ia tetap sabar dan peduli akan kerepotan orang lain.

Hari ini aku memohon kepada Sang Pemilik Hati,

agar dipercantik-Nya hatiku dengan kesabaran dan kepedulian yang tak lekang dimakan usia,

seperti yang diukirkan-Nya di hati pasienku yang mengalami demensia itu...


Salah satu mutiara yang kudapat dalam tugasku mendampingi para jamaah haji berusia lanjut (Makkah, 2010)


Seorang pasien jamaah calon haji wanita mengalami afasia motorik (gangguan wicara) akibat stroke. Ia dirawat di tempat kami bekerja. Wanita itu hanya bisa tergolek di ranjang, dan semua kebutuhannya harus dibantu. Sang suami – yang juga jamaah calon haji - menungguinya dari hari ke hari. Setelah beberapa hari, tampaknya daya tahan fisik dan emosional Bapak ini mulai menurun. Puncaknya, pada suatu malam tiba-tiba sang pasien berteriak tertahan, dan para perawat mendapati ia sedang dicekik oleh suaminya. Ketika kemudian ditanya alasan melakukannya, ia beristighfar dan jawab bahwa ia sudah lelah merawat istrinya dan ingin melaksanakan ibadah haji.

Di hari lain, seorang jamaah calon haji laki-laki yang terbaring di ranjang karena stroke ditampar dan dimaki-maki oleh istrinya. “Anj*ng! Jangan berpura-pura sakit! Kita ini di sini sudah bayar mahal, mau berhaji, kok aku malah harus ngurusi kamu di sini!”. Astaghfirullaahal adziim…

Aku belajar dari kedua kisah itu bahwa ihwal kesabaran harus terus-menerus dilatih oleh semua orang, sehingga ujian apapun akan menjadi hal yang indah bagi diri sendiri maupun orang lain.

Mudah-mudahan kita senantiasa ingat

bahwa musibah hanyalah salah satu bentuk pernyataan kasih Allah buat ummat-Nya.

Allah memuliakan hamba yang tetap berperilaku baik di saat mengalami ujian…

MALUUUUUU BANGET DI KLINIK JIWA TADI SIANG!!


Pasien [mengadu dg berapi-api kepadaku] : "Saya ini cuman pengen minum kopi pake gula sehari tiga kali Dok, tapi sama Ibu klo siang gulanya disembunyikan!!"

Ibu pasien [dg wajah bingung dan melas] : "Lha gimana lagi Dok..di rumah itu ndak ada yang cari duit , klo dia minum pakai gula 3 sendok sehari,kan ndak cukup persediaannya, wong kami cuma bisa beli gula SEKILO SEBULAN BUAT SEKELUARGA.."

haduh..astaghfirullaahaladziim.hari gini ....masih ada keluarga yang memandang sesendok gula sebagai kemewahan..!

jadi maluuuu banget, coz kadang tanpa sengaja aku masih mempertanyakan rizqi yang telah begitu berlimpah dianugerahkan-Nya kepadaku...

SURAT BUAT ANANDA


Anakku tersayang,


bila suatu saat kelak kau melihatku menua,

bersabarlah, dan cobalah mengerti diriku..


bila aku belepotan saat makan,

dan bila aku tak dapat berpakaian sendiri,

ingatlah saat-saat aku mengajarkan hal itu kepadamu


bila saat bicara denganmu aku mengulang-ulang hal yang sama,

jangan menyela, dengarkanlah aku,

ingatlah bahwa ketika kau masih kecil, aku harus membacakan cerita yang sama berulangkali, hingga kau terlelap


bila aku tak mau mandi ,

jangan permalukan aku , juga jangan menghardikku ..

ingatlah saat-saat ketika aku harus mengejar-ngejar dan membujukmu dengan berbagai cara agar kau mau mandi


bila kau melihat ketidaktahuanku akan teknologi canggih ,

berilah aku cukup waktu untuk mempelajarinya ,

dan jangan memandangiku dengan senyuman mencemooh..


aku telah mengajarkan kepadamu

untuk melakukan begitu banyak hal :

makan dengan baik ..berpakaian dengan baik …

menghadapi tantangan kehidupan …


bila kadang aku kehilangan memori

atau tak dapat memahami alur pembicaraan kita ,

berilah aku cukup waktu untuk mengingat ..

dan bila aku tak juga dapat melakukannya , jangan gugup ..

karena yang penting bukanlah percakapan kita ,

melainkan kebersamaan kita ..


jika aku sedang tak mau makan , jangan paksa aku ..

aku sangat paham kapan aku perlu makan dan kapan tidak ..


bila kakiku yang lelah tak lagi memungkinkanku untuk berjalan,

ulurkan tanganmu ,

seperti yang kulakukan untukmu ketika kau mulai belajar berjalan..


dan bila di suatu hari kukatakan kepadamu

bahwa aku tak ingin hidup lebih lama lagi , bahwa aku ingin mati ,

janganlah marah ,

suatu saat kelak kau akan mengerti ..

..cobalah untuk memahami

bahwa usiaku bukan lagi semata-mata untuk dijalani , melainkan harus diperjuangkan ..


suatu hari kelak kau akan mengerti ,

bahwa di samping kesalahan-kesalahanku itu ,

aku selalu menginginkan yang terbaik untukmu

dan aku telah berusaha keras untuk mempersiapkannya ..


jangan merasa sedih , marah , atau tak berdaya

ketika melihatku di dekatmu..

kau harus mendampingiku , berusaha memahamiku , dan membantuku ,

seperti yang kulakukan ketika kau memulai kehidupanmu ..


bantulah aku melangkah..

bantulah aku mengakhiri perjalananku dengan cinta dan kesabaran..

aku akan membayarmu dengan senyuman dan cinta yang sangat dalam,

yang selalu kumiliki untukmu ..


Aku mencintaimu Nak..


-Ayahmu-

SELALU ADA SAAT PERTAMA












Untuk segala hal, selalu ada saat pertama..

Kadang yang pertama itu sangat indah,

namun kadang diwarnai dengan rasa nyeri..

Ramadhan sudah hampir mendekati ujung perjalanannya. Dan saat akan memulai tarawihku semalam, tiba-tiba aku sadar, ini berarti makin dekat aku ke Idul Fitri pertama yang akan kami sambut tanpa kehadiran bapakku. Aku tidak bisa bayangkan akan seperti apa rasanya. Biasanya setelah shalat ied dan makan, beliau memberikan tausiyah singkat, lalu kami semua bermaafan. Setelah itu sisa hari akan terisi acara silaturrahmi dengan kerabat, dan di saat-saat itu aku menyaksikan nuansa cinta dan respect yang sangat kental buat Bapak...He deserved that!

Tarawihku semalam jadi basah kuyup dengan air mata. Sampai jauh setelah itu, saat aku menulis catatan ini selepas subuh, tiupan rasa pedih itu masih begitu kuat. Sepanjang Ramadhan tahun ini, ini adalah tarawih terberat buatku.

Ini adalah Idul Fitri pertama bapakku di sisi-Nya,

buatku sangat perih,

namun semoga sangat indah buat beliau....

There is something that left unsaid,

but I hope he knew it :

I LOVE MY DAD VERY MUCH!

Saying Goodbye is The Hardest Thing To Do (Ode buat sahabatku Dr. Gitohoesodo)



Boleh jadi ini hanya sebuah kebetulan. Namun sebagian besar kawan menganggap bahwa kepergian sahabat kami Dr. Gitohoesodo menghadap Sang Pencipta tiga hari berselang adalah bukti cinta yang sesungguhnya.

Beliau dan isterinya adalah sepasang suami isteri yang amat sangat rukun. Hampir tak pernah kami melihat mereka pergi sendiri-sendiri, terutama sejak Dr. Gitohoesodo pensiun. Mereka tak pernah merasa nyaman bila terpisah satu sama lain.

Lalu ketika Bu Gito mulai mengalami penyakit yang cukup berat, kami menjadi saksi akan keindahan kebersamaan mereka. Dr. Gito senantiasa ada di sana, dengan seluruh hatinya. Sekitar dua bulan yang lalu Bu Gito dipanggil-Nya, dan kami tahu bahwa ini adalah hantaman yang sangat berat untuk Pak Gito. Kesehatannya terus memburuk, dan beliau menyusul belahan jiwanya dalam hitungan masa yang tak lama.

Tentu kepergian sahabat-sahabat kami tersebut adalah hal yang amat menyedihkan, apalagi di akhir hayatnya kami tak sempat menengok beliau karena jarak geografis yang jauh. Namun kami melihat warna cinta yang begitu pekat dalam perjalanan hidup mereka.... indah sekali...

Selamat jalan Pak Gito dan Bu Gito.. semoga kalian dipertemukan kembali di sana dalam cinta yang lebih indah lagi...